Cerpen / SAMPAI JUMPA SAHABAT

Sore telah menampakan gelapnya, terangnya matahari berganti menjadi terang bulan.  keempat sahabat yang sedang berkumpul di sebuah acara yang cukup ramai. Angin sore berhembus dengan kencang dan lembut. Mereka suka main ke tempat acara regae, bercanda,riang,gembira dan menari-nari menikmati alunan lagu yang dimainkan ditempat tersebut.

Silva adalah sosok perempuan yang gampang sakit hati, suka murung dan melamun sampai-sampai ia dijuluki “BULAO (Budak Galau)” oleh guru b.Inggris nya, dan guru BP di smp nya suka tau kalau silva berpacaran dengan siapa saja,keluarganya gimana karena silva juga suka bercerita kepada guru bp nya, selain itu silva juga suka menjahili temannya mulai dari mengunci temanya di perpustakaan ataupun wc sekolah, silva itu anak yang baik awalnya suka diem dirumah sama sodaranya tapi silva pusing sama orangtua nya karena silva sejak smp tinggal sama nenek nya.

Susan adalah sosok perempuan yang keras kepala ingin menang sendiri dan cerewet, dia sangat suka mendengar musik regae, walaupun begitu ia pintar dalam bidang matematika.

Ria adalah sosok perempuan yang baik, pendengar curhatan teman yang mengerti dan suka menasehati temannya ketika temanya minta pendapat tentang masalahnya, ia perempun yang berambut panjang dan lurus.

Dan yang terakhir adalah, lusi ia perempuan yang paling cantik diantara kami bertiga, ia baik, cantik dan tegar.

Keempat sahabat tersebut sangat aktif di sekolahnya meskipun mereka suka pergi ke acara. Jangan salah, mereka anggota osis loh disekolahnya,  dan mereka juga ikutan paskibra sampai mendapatkan pin capas hehe. Tapi sayangnya kami semua mundur dari paskibra dikarenakan terlalu melelahkan.

Sebenarnya sahabat mereka itu engga cuman berempat ko. Tapi, ada sahabat-sahabat lainya yang cowo juga banyak Karena kami suka bersahabat makanya kami banyak temanya, malah ada sahabat kami yang pintar dalam apapun yaitu ketua osis dan pernah ikutan OSN sampai tingkat padang. Tapi, jika salahsatu dari kami mempunyai masalah dengan adik kelasnya kami suka bersatu dan mendatangi adik kelasnya, kan jadi seru.

Sore itu, silva sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang sudah direncanakan dengan ketiga sahabatnya yaitu acara regae. Dengan senyuman manisnya silva meminta uang kepada neneknya kebetulan waktu itu silva dan nenek nya sedang berada di rumah orangtua silva jadi silva senyum-senyum sendiri minta uang ke orangtua dan neneknya. Tapi, neneknya memarahi silva karena silva memakai jeans pendek dan ibunya membela “biarlah nanti kalau dipesantren gabakalan kaya gitu lagi” yaudah silva langsung pergi tanpa menghiraukan perkatanaan neneknya karena takut ada ayah nya datang.

Jam tangan pun berdetak telah menunjukan pukul 03.00 sore silva dan keempat sahabatnya yang suka ke acara tiba di tempat acara.

 “ada aku disini” alunan lagu regae terdengar dengan suara yang keras. Membuat susan,lusi dan ria berlari ketengah acara tersebut dan mereka sibuk bergoyang ditengah ramanya acara. Sedangkan silva hanya berdiri di pinggir acara tersebut sambil sunyam-senyum sendiri karena silva ingat kepada seseorang yang pernah menjaganya di tengah keramaian acara regae di lapang dadaha ketika silva pertama kalinya mencoba ke tempat acara ditarik sembarang orang kesana kesini, tapi untungnya ada yang menjaga silva.

Tiba-tiba ada lelaki yang mendekati silva dan bertanya

Lelaki        :kamu kesini? Emang orang tua kamu ngijinin kamu kesini? (lelaki tersebut heran dan senyum manis kepadanya)” silva langsung kebingungan karena ada seseorang yang dia sakiti semenjak dahulu dan silva bahagia karena lelaki tersebut masih mengenalinya.

Silva          :silva langsung kebingungan karena ada seseorang yang dia sakiti semenjak dahulu dan silva bahagia karena lelaki tersebut masih mengenalinya. emm… kan orang tua mah ga tau aku kesini.

Lelaki        : oh emangnya kalau orang tua tau bakal dimarahi?

Silva          : ga tau (jawab silva dengan singkat)

Silva dan laki-laki itu dekat kembali, kemudian laki-laki itu berbicara dengan salah seorang sahabta silva yang pergi sama silva ketempat tersebut yaitu ria.

Laki-laki    : ri aku cocok ga sama dia kembali (sambil megang tangan silva)

Ria             : iya cocok. Tolong jagain sebentar yang aku mau ketengah lagi (sambil sunyam-senyum).

Laki-laki    : iyah pasti di jagain.

Jam sudah menunjukan pukul 05.00, waktu ga kerasa begitu cepat dan akhirnya kita semua pulang kerumah masing-masing. Tapi, silva sama ria ikut sama yoga ke kos-kosan nya dulu. Waktu dijalan menuju kos-kosan, silva ketemu sama orang tuanya yang sedang membawa adik laki-laki nya ke dokter.

Silva merasa bersalah. karena ketika silva di tempat acara, silva di telpon sama mamahnya terus tapi silva sengaja gak angkat telponnya. Rasa bersalahnya silva hanya sesaat saja tidak membuat silva langsung buru-buru pulang ke rumah.

Beberapa minggu kemudian ada acara regae lagi di pestival. Kemudian silva dan ketiga sahabatnya seperti biasa mendatangi acara tersebut. Dan seperti biasanya mereka berangkat jam 03.00 setelah solat ashar mereka berangkat.

Beberapa jam kemudian waktu sudah menunjukan pukul 05.25 sore hamper mau adan magrib, suasana pun berubah menjadi gelap dan adan magrib berkumandang. Silva kebingungan karena heran orang tuanya tidak telpon dan menuruh dia pulang. Tapi, silva enjoy-enjoy aja karena ia ingin main sampai malam. Tapi, teman-temanya cemas takut silva dimarahi orang tuanya, kemudian silva diajak pulang deh.

 

Lusi              : sil pulang yu?

Silva             : mau pulang sekarang? ga salah?

Ria + susan   : iyah pulang aja yu takut kamu dimarahin

Silva             : oh iyah (muka cemberut)

Setelah sampai dirumah nenek nya, silva di telpon sama mamahnya.

Mamah            : teh lagi dimana? Udah pulang belum?

Silva                : udah mah ini juga sama nenek

Mamah            : oh iyah the beres-beres baju sekarang

Silva                : emang mau kemana?

Mamah            : besok ke pesantren, mamah sekarang lagi ada di pesantren. Mamah ingin kamu menjadi lebih baik daripada mamah dan bapa.

Silva                : ga salah mah? (silva nangis)

Mamah            : iyah engga teh

Silva langsung menutup telponya dan lari kekamar. Silva berbicara sendiri ( ya allah apa yang harus aku lakukan? Mohon petunjukmu ya allah)

Keesokan harinya silva sudah siap beres-beres dengan barang-barang yang ingin dia bawa kepesantren. Teman-teman silva menghubungi silva untuk berkumpul di dekat sekolahnya. Awalnya silva mau mendatangi teman-temanya dan pergi dari rumah karena tidak mau ke pesantren. Tapi, silva berpikir lagi kasian kalu ia terus tinggal sama neneknya takut jadi beban buat neneknya dan silva berpikir silva ingin bisa mengaji. Akhirnya silva meninggalkan pesan buat teman-temannya bahwa silva tidak bisa ketemu teman-temanya lagi untuk sementara waktu paling satu tahun sekali kalu mau ketemu juga.

Dan akhirnya silva hidup di pesantren sambil meneruskan sekolahnya. 

Share:
SUMAN GALIH

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH