Cerpen / SAHABAT TAK MENGENAL JARAK

Hari perpisahan di sekolah Sekolah Menengah Pertama pun telah tiba, kini sudah selesailah tugas aku bersama teman-temanku duduk dibangku SMP, kita yang selama tiga tahun bersama menjadi seorang sahabat melewati susah senang bersama, melewati masalah apapun bersama akhirnya kita harus berpisah untuk mencpai masa depan kita masing-masing, kita semua melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi tapi sayangnya sekolah kita berbeda dan berjauhan, itulah yang membuat kita harus berpisah.

            Hari-hari pun telah berlalu, kini saatnya aku harus melangkah untuk meraih masa depanku, aku tidak mau larut dalam kesedihan karena kita harus terpisahkan oleh jarak dan waktu, meskipun kita terpisahkan suatu saat kita pasti akan bertemu kembali. Aku pun mendafaftardisuatu sekolah kejuruan yang ada di Kota Tasikmalaya, seperti biasa disetiap sekolah kalau menjadi murid baru pasti akan melewati kegiatan masa orientasi peserta didik baru, aku mengikutunya dengan penuh semangat dan ceria meskipun kini tidak bersama sahabat-sahabat SMP ku lagi, tetapi tidak masalah dalam kegiatan tersebut aku berkenalan dengan beberpa orang dari berbagai sekolah, setelah beberapa hari kenal akhirnya kita pun akrab terkadang aku berpikir dan berkata dalam hati “Mungkinkah orang-orang ini yang akan menggantikan mereka menjadi sahabat baruku?” mereka memang orangnya pada baik dan ramah itu yang membuat aku nyaman bisa akrab dengan mereka.

            Dengan rasa penuh haru dan bahagia setelah melewati beberpa hari dan eberapa tahap test aku mendapatkan surat keputusan, dengan hati yang degdegan dan tangan yang bergemetar aku membuka surat itu dan membacanya dan akhirnya terdapat tulisan “DITERIMA” bersorak rialah aku dan yang lainnya karena bisa diterima di suatu sekolah kejuruan ini yang memang sekolah ini yang saya harapkan sejak saya masih duduk dibangku SMP Sekolah ini salah satu sekolah favorit di Tasikmalaya, tidak mudah untuk bisa masuk kesekolah ini. Setelah mendapat hasil surat keputusan tersebut beberapa hari kemudian dibagi kelas, saat dibagi kelas sayangnya aku bersama orang-orang yang kemarin kenalan menjadi teman saat masa orientasi peserta didik baru tidak sekelas dan kita pun harus saling bepisah karena kita mengambil jurusan yang berbeda - beda meskipun pasti ketemu setiap hari bisa bertemu karena satu sekolah tetapi tida akan seakrab teman sekelas.

            Sebelum masuk ke kelas yang baru yang telah ditunjukan oleh guru – guru dan kakak – kakak osis sekolah tersebut, aku berdo’a dalam hati “Ya Alloh semoga aku diberikan sahabat yang baik dan syang kepada hamba” karena menurut aku slah satu faktorsuksenya belajar itu adalah adanya seorang sahabat yang bisa memotivasi diri kita unruk belajar dengan sungguh – sungguh. Masuklah aku ke kelas tersebut dalam kelas tersebut ternyata sudah ramaikarena sudah sebagian murid yang sudah pada masuk. Akhirnya kita pun saling berkenalan dengan semua murid yang ada dikelas baruku ini.

            Saat sedang berkenalan ada salah satu orang murid yang beda dia sangat baik dan ramah, bentuk tubuhnya yang tinggi dengan kulit putih dia bernama Nabila, dan terkejutnya lagi dia ngajak sebangku denganku.

“ Kamu udah punya teman buat satu bangku?” Tanya Dia

“ Belum nih, kamu sendiri ?” Jawabku dan menanyakan balik pada dia

“Sama belum aku juga, gimana kalau kita duduk satu bangku aja yuu” ajak dia kepadaku

Dengan hati yang senang tidak berpikir lama – lama lagi aku menerima ajakan dia, lagi pula aku belum punya teman untuk sebangku dan aku gak kenal sama mereka yang datangnya dari berbagai sekolah dan berbagai kota.

‘Wahh ide bagus tuhh, ayo” jawabku pada dia

“Kamutidak keberatankan sebangku dengan aku” tanya dia

“Tentu tidak! Justru aku sangat senang sekali”

            Hari pertama disekolah tidak belajar cuma perkenalan saja, bel istirahat pun telah berbunyi, aku dan Nabila teman satu bangku aku itu pergi keluar kelas dan menuju ke kantin mau jajan, setelah pulang dari kantin kita duduk di depan kelas, sambil memakan makanan yang telah kita beli dari kantin, ada tiga orang siswi gabung bersama kita, mereka juga sma baru pulang dari kantin membeli makanan,  kita ngobrol-ngobrol menceritakan pengalaman kita masing-masing saat sedang duduk dibangku SMP, nama mereka bertiga adalah Afril, Kitty, Rosma, dan Yusi. Dari percakapan siang itu kita berenam merasa nyaman dan nyambung dengan apa yang kita bicarakan, besok dan lusanya lagi setiap istirahat kita selalu beenam, kalau ada masalah disalah seorang berenam ini kita selalu menyelesaikannya bersama, sampai akhirnya kita menjadi seorang sahabat yang selalu mengerti satu sama lain.

            Waktu tidak terasa sudah hampir satu tahun kita berada disekolah ini dan bersma-sama melewati susah senang bersama, sebentar lagi kita akan naik menjadi kelas sebelas. Kita bereenam ini selalu berdo’a agar kita suatu saatnanti lulus dan menjadi orang sukses di dunia dan di akhirat. Suatu hari ketika pagi-pagi kita baru datang kesekolah tiba-tiba Rosma datang dan bercerita kepada kita sambil mata berlinang air mata bahwa dia harus pindah sekolah keluar kota ikut bersama kedua orangtuannya. Ketika mendengar berita yang tidak mengenakan dan kami berlima  merasa terpukul mendengar berita dari Rosma yang akan pindah sekolah bukan cuma mau pindah sekolah tapi dia juga akan pindah rumah keluar kota yang membuat kita sangat sulit untuk bersama-sama lagi. Meskipun kita kurang lebih baru satu tahun berkenalan dan bersahabat tapi rasanya kita sudah menjadi satu keluarga yang sangat sulit untuk berpisah dan berjauhan, tapi apa daya kita kita tidak bisa merubah keputusan orangtuanya  Rosma untuk pindah ke luar kota, dan pada akhirnya dengan hati yang sangat berat kita berlima harus melepaskan Rosma pada saat naik ke kelas sebelas dia sudah sudah tidak disekolah ini lagi dan sudah tidak bersama kita lagi.

            Sebelum kita berpisah kita beernam selalu berprinsip “Meskipun raga kita jauh tapi percayalah hati kita akan selalu dekat”

Share:
EVA NURDIANI

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH