Cerpen / SAHABAT DAN CITA-CITA

Orang bilang masa SMA adalah masa indah yg pasti akan selalu teringat oleh siapapun, masa dimana masalah terbesar adalah tugas menumpuk yang tak kunjung selesai. Umumnya mungkin begitu, namun bagi ega masa SMA-nya adalah masa dimana kehidupan dewasa dimulai. Sebut saja namanya EGA, ia siswi yg baru masuk sekolah menengah kejuruan yang berbasis kesehatan, tepatnya ega mengambil jurusan keperawatan. Ega terlahir dari keluarga sederhana dan tidak harmonis, kedua orang tua ega bercerai dan keduanya sudah menikah lagi, Ega sekarang tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. 

Pagi itu adalah hari pertama Ega masuk sekolah setelah sebelumnya mengikuti ospek disekolahnya, banyak temen baru dan kaka kelas baru untuk ega.
"Teeet...teeet" bel sekolah berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai.
Semua siswa pun masuk ke ruang kelas masing-masing, setelah kurang lebih 5 menit seorang guru perempuan masuk ke kelas ega dan memperkenalkan diri.

"Haii asalamualaikum"

"Walaikumsalam bu"

"Ok..perkenalkan nama saya Maya, alamat rumah Jln. Harapan Tangsi Manonjaya, Saya disini mengajar pelajaran asuhan keperawatan. Ada yang ditanyakan?" Tanya bu maya

"Asuhan keperawatan itu apa ya bu?" Ujar Ega bertanya

"Baik..saya jelaskan! Asuhan keperawatan itu adalah suatu hal yang tidak akan terlepas dari pekerjaan seorang perawat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta peran dan fungsinya terhadap pasiennya. Ada yg ditanyakan lagi?"

"Tidak! Terimakasih penjelasannya bu" ujar Ega.

"Sama-sama. Baik kita lanjutkan ke bab baru tentang asuhan keperawatan" ujar bu maya. 8 jam berlalu hingga bel sekolah terdengar, siswa-siswipun diperbolehkan pulang.

Hari demi hari berlalu, tidak terasa ega sekolah sudah hampir 1 tahun, artinya ega sekarang sedang sibuk mempersiapkan ujian kenaikan kelasnya. Selama ega sekolah semuanya berjalan lancar. Bahkan sekarang ega mempunyai banyak teman dan lima sahabat yang salah satunya sahabatnya ega sebut saja Alma. Dia salah satu sahabat ega yang setia membantu dan mendengarkan setiap apa yang diceritakan ega, ega pun begitu bahagia bersahabat dengan alma dan keempat orang sahabatnya itu. Namun ternyata keadaan persahabatan mereka tidak bertahan lama hanya karna satu orang laki-laki. Singkat cerita laki-laki itu adalah pacar alma yang menyukai ega tanpa sepengetahuan ega sendiri. Entah mengapa dan bagaimana kelima sahabat ega satu persatu menjauh tanpa bicara apa yang menjadi permasalahannya. Hati ega sangatlah gelisah menerima keadaan bahwa ia dikucilkan kelima sahabatnya sendiri. Diheningnya malam ega menangis dan merenung seraya bersuara pelan.

"Tuhan apa salahku? Hingga engkau jadikan persahabatan aku hancur!" Ujar ega yang menangis histeris hingga kedua matanya sembab. Hingga keesokan harinya disekolah, salah satu teman sekelasnya bertanya. 

"Ga..lu kenapa? Kok matanya sembab gitu kaya yang nangis semalaman aja. Cerita dong!"

Ega tidak begitu mempedulikan dan terus terdiam tanpa sepatah kata pun, hingga ahirnya satu sekolahan tau bahwa persahabatan ega dan kelima sahabatnya itu hancur, dan yang anehnya gosip disekolahan mengatakan hancurnya persahabatan ega dan kelima sahabatnya itu disebabkan karna ega merebut pacar sahabatnya sendiri.

Sungguh hati ega sangatlah terpukul membayangkan gosip yang beredar disekolahnya, yang ditambah ega dikucilkan semua teman-teman dan kelima sahabatnya.
"Heeehhh ga! Gak punya hati ya lo..padahal temen temen lo itu selalu ada buat lo, bahkan selalu bantu saat lo kesusahan! Ehh lo malah hianatin mereka dasar cewe *teeet* males gue liat muka lo" cetus kaka kelas yang yang tiba-tiba datang ngjudge dengan muka marah. Ega berlari ke koridor sekolah meninggalkan kaka kelasnya sambil menangis terisak-isak tanpa memperdulikan orang disekelilingnya.

"Kenapa ini? Kok jadi seperti ini? Tuhan gak adilll!!" Teriak ega dengan muka pucat dan kedua kakinya lemas, repleks ega pun terjatuh ke lantai.
Seseorang menghampiri dan menyodorkan tangan.

"Ga..lo gak usah kaya gini, gak usah fikirin mereka yang ngjudge lo gak baik, lo nangis nangis kaya gini buat apa? Buat mereka yang gak tau apa-apa. Yang gak mau ngomongin permasalahannya apa, gue mau kok jadi temen lo!" Ujar ana menawarkan pertemanan kepada ega

"Kamu percaya sama aku an? Beneran mau jadi tmn aku?"

"Kenapa enggak! Lo itu cantik, lo itu baik" ujar ana menenangkan ega. Ana sebenarnya salah satu siswi yang kurang berprestasi disekolahan, penampilanyapun urakan dan gak rapi.

Seusai pulang sekolah handpone ega bergetar "Zzz..zzzz" pesan dengan nomor baru terlihat di layar hp ega. "Ga ini gue ana, gue dapet nomor lo dari IG (instagram) lo, gak papakan?"

"Oh iya ana yang tadi bantuin aku di koridor ya? Iya gak papa kalem aja, ada apa an?"

"Ga masa malam minggu lo di dalem rumah, tihang listrik aja diluar , SINI MAEN AMA GUE, gue jemput ya"

"Aku gak pernah keluar malem an, takut an..lagian ortu aku mana ngizinin"

"Gue kan temen lo, gak papa kali sekali-kali lagian kan ama gue ini!"

"Ya..yaa...udahdehh tapi jangan malem-malem ya nanti ortu aku nyariin"

"Tenangg..itumah gampang"

Ega ahirnya ikut dengan ajakan ana tanpa meminta izin kepada ortunya ega.
     Egapun terus begitu hingga terbawa akan pergaulan ana yg memang kurang baik. Sampe ahirnya kejadian ega siswi yang polos, penuh ceria ini dikeluarkan dari sekolah karna kedapatan tes (+)positif minuman beralkohol dan tidak mengikuti aturan sekolah, bahkan prakerin yang diadakan sekolanya sekalipun ega tidak pernah mengikuti. Ega sering membolos bersama ana. Orang tua egapun sedang mengalami krisis ekonomi, ega sangatlah terpukul atas kejadian itu hingga ahirnya ega dilarikan ke rumah sakit, dan tanpa disangka-sangka kelima sahabat ega datang menjenguk ega.

"Ga..ini kita, lo cepet sembuh yaaa, maafin kita yang dulu gak percaya sama lo" ujar alma. Ega tersenyum bahagia ditempat tidurnya.

"Ga masih inget ga janji kita, yang bikin happy kita itu siapa?"

"Aku..."

"Dan yang bikin happy kamu.."

"Kalian.."

"Cepet sembuh gak..kita semua sayang sama lo, kita semua kangen cerewet lo, kita pengen lo cepet sembuh"

"Kalian masih mau temenan sama aku? Kalian gak malu?" Berulang ulang ega mengajukan pertanyaan itu.

"Kenapa harus malu sayang? Lo itu sahabat kita. Makan nya cepet sembuh"
Mereka berpelukan dengan eratnya.

Seminggu kemudian kondisi ega berangsur angsur membaik, dan sahabatnya selalu ada untunya, menyayanginya, mensuportnya.

Sekali lagi ega adalah anak yang terlahir dari keluarga sederhana yang bercita cita menjadi seorang perawat. Setelah mengikuti UN setara sma ega ahirnya lulus dengan nilai yang baik, walau pun ega berbeda sekolah dengan kelima sahabatnya itu mereka tetap merayakan kelulusan bersama.

"Terimakasih Tuhan.. engkau baik padaku, engkau baik pada yang membutuhkan" Ujar ega

"Semoga kita terus berkumpul hingga nanti dipertemukan kembali dengan propesi yang sama" Ujar alma

Mereka berpelukan dan berjanji dengan lantangnya

"Seragam kami memang tak seindah yang dipakai pramugari, tak semenarik yang dipakai polwan, tapi dengan seragam propesi kami, kami disumpah, disumpah untuk tidak membeda bedakan pasien, polesan wajah dan gajih tidak menjadi masalah besar. Wajah terpancar akan hati yang tulus, gajih terbayar dengan senyum pasien. Cara kami berjalanpun di tuntut cekatan, karna apa, nyawa pasien ada ditangan kami, kami memang bukan tuhan, tapi kami adalah bagian apa yang diperintahkan tuhan" ujar ega dan kelima sahabatnya.
Begitulah persahabatan mereka yang mengejar cita suci bersama.. Happy endingg:*







Share:
NURILAH WILADATUL BAROKAH

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH