Cerpen / RANI DAN SANI

Rani adalah anak orang kaya, dia bersekolah di sekolah yang mewah. Setiap harinya ia hidup penuh kemewahan. Mulai dari bangun tidur sampai ia tidur kembali pasti dihiasi dengan segala kemewahan dan kenyamanan membuat semua anak iri melihatnya. Namun dalam hatinya  ia tidak benar-benar merasakan kenyamanan dalam hidupnya, ia adalah orang yang jutek dan sedikit kasar kepada setiap orang termasuk ayah dan ibunya, maklum dia adalah anak satu-satunya. Rani tinggal di rumah besar yang mewah dan hanya tinggal sendiri di rumah besar itu, ayah dan ibunya selalu bekerja di luar negeri dan jarang ada di rumah, sekalinya ada di rumah ayah ibu rani sibuk dengan handphone masing-masing, itu lah mengapa rani mempunyai sikap yang kasar dan jutek. Ia ingin di perhatikan oleh kedua orang tuanya namun tidak pernah di perhatikan. Dia menjadi anak yang proaktif sekali.

            Berbeda dengan Sani, sani adalah anak keluarga miskin. Setiap harinya ia banyak mendapatkan cobaan hidup. Banyak sekali cobaan yang sering muncul di hidup rani, contohnya saat ia ditinggalkan oleh ayah nya satu tahun yang lalu, dan sekarang ibunya menderita penyakit kangker. Dia tinggal bersama ibu nya di rumah yang kecil. Setelah ayahnya meninggal ternyata sani mendapat kesusahaan lagi yakni ditagih hutang oleh rentenir. Dulu ayah nya mempunyai banyak sekali hutang, sekarang sani dan ibunya yang harus menanggung semua hutang-hutang itu. Tapi untungnya sani adalah anak yang pintar dan cerdas, dia mendapat beasiswa bersekolah di sekolah yang mewah.

            Saat itu raja siang belum muncul dari persembunyiannya, sani harus segara bergegas mencari uang yaitu dia harus menjadi buruh cuci kesetiap tetangganya. Setalah itu dia harus membersihkan rumah dan membuat sarapan untuk ibunya dan dirinya. Semua urusan rumah tangga sekarang sani yang menanggung mulai dari mencari nafkah dan layaknya menjadi seorag ibu rumah tangga yang harus ini itu. Karena ibunya menderita sakit dan tidak bisa beraktivitas lagi, dan hanya bisa terbaring lemah di kasur. Sani bingung, sani tidak punya uang untuk berobat ke rumah sakit. Jangankan untuk biaya rumah sakit, untuk makan sehari-harinya pun sani kesusahaan dia hanya mendapat uang dari hasil dia mencuci baju tetangganya itu pun masih kurang untuk makan sehari-hari. Setelah semua kegiatan nya dirasa selesai, sani siap-siap berangkat ke sekolah menggunkan sepeda jeleknya. Berbeda dengan sani, rani pagi itu belum bangun, rani masih terlelap di kasur yang empuk dan mewah dan kamar yang nyaman. Seperti biasa, pembantunya sudah menyiapkan seluruh perlengkapan mandi sampai air panas kesukaan rani, dan menyiapkan septu, tas, baju dan sarapan pagi untuk rani. Setelah selesai pembantu nya langsung membangunkan rani rani pun bangun dan siap-siap berangkat sekolah.

            Siang itu, saat istirahat rani hanya pergi ke perpustakaan untuk membaca. Tidak seperti anak yang lain yang saat istirahat pergi ke kantin untuk jajan. Rani duduk di perpustakaan bersama kutu buku lainya. Sedangkan rani berasama teman teman elit nya pergi ke kantin untuk makan makan disana. Tetapi saat itu, rani tumben tidak bersemnagat, entahlah, mungkin karena dia rindu kepada ayah dan ibunya. Saat teman-teman nya asik berbicara tentang keluarga mereka, rani langsung izin dengan alasan pergi ke toilet. Di jalan rani bertemu dengan sani. Sani yang membaca buku di jalan bertabrakan dengan rani. Otomatis hati rani marah kesal kepada sani karena dia merasa sani telah menabraknya dan tidak jalan dengan benar dia mencaci maki sani. Sani mengalah karena dia tahu bahwa rani adalah orang yang kasar dan membenci diri sani.

            Malam harinya, rani duduk sendiri di tepi kolam renang dan memikirkan kenapa dia tidak bisa mendapatkan perhatian dari kedua orang tua, dia kesal karena ayah dan ibunya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Tiba-tiba rani teringat dengan caciannya kepada sani. Dan berusaha untuk mencari tahu keidupan sani. Besok adalah hari libur rani berniat untuk pergi ke rumah sani. Saat kecil dia tahu rumahnya karena ibunya adalah mantan pembantu di rumah rani.

            Keesokan harinya, pagi-pagi sekali niat rani benar benar dijalankan, dia pergi naik mobil tanpa supir menuju ke lokasi rumah sani. Rani mengintip kegiatan di rumah sani dari sebrang nya. Tanpa di duga tiba-tiba ada segerombolan orang masuk ke rumah sani, orang-orang itu bermuka seram dan berteriak teriak menagih hutang. Sani keluar dan memohon mohon agar diberi keringanan atas hutangnya. Melihat itu semua, rani sangat kesal terhadap orang itu dan turun dari mobil untuk memberi pelajaran terhadap orang orang itu. Rani bertengkar dengan orang itu dan berbicara kalau rani akan melunasi hutang-hutangnya. Sani terkejut atas kehadiran rani yang tiba-tiba itu. Sangat tidak menyangka kalau rani berbuat baik terhadap keluarganya ini. Setelah semua orang-orang itu pulang, sani mengajak rani untuk masuk ke rumah nya dan duduk dahulu. Rani pun meminta maaf soal cacian waktu itu. Sani sangat gembira atas permintaan maaf nya dan bantuan nya itu sani berterimaksih banyak kepada sani. Dan yang tak terduga rani mengajak ibu dan sani untuk tinggal di rumah nya dan akan memberi fasilitas sekolah dan hidup untuk sani dan ibunya. Di sana sani terharu sekali dan menganggap rani adalah malaikat penolong yang mau menolong kelurganya.

            Setelah itu rani, sani dan ibunya hidup bersama dan bahagia. Ibu sani mendapat pengobatan dan dianggap menjadi ibu rani. Keluarga sani sangat senang sekali hingga akhirnya sani dan rani menikah dan hidup pisah rumah.

Share:
YUSUF RAMADHAN

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH