Berita / PKBM AL-FATTAH Melaksanakan Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013

Tasikmalaya- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) AL-FATTAH Kabupaten Tasikmalaya terpilih menjadi salah satu dari 100 satuan pendidikan nonformal se-Indonesia yang menjadi pilot project Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan. Program ini merupakan program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang bertujuan agar PKBM AL-FATTAH dapat menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan sesuai kebijakan terkini dan dapat dijadikan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional yang disesuaikan dengan kekhasan daerah, kondisi dan potensi yang dimiliki oleh satuan pendidikan dan karakteristik peserta didik. Tujuan akhir dari program ini adalah satuan pendidikan menyusun Dokumen I KTSP atau biasa disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, mengembangkan kurikulum muatan kelompok khusus, yaitu mata pelajaran pemberdayaan, keterampilan pilihan, dan keterampilan khusus, serta menulis modul berbasis profil pelajar pancasila sesuai dengan rumusan pengembangan kurikulum muatan khusus.

Penyusunan Dokumen I KTSP di PKBM AL-FATTAH, diawali dengan kegiatan Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan Tahap I secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tempat pelaksanaan di Hotel City Tasikmalaya selama 3 hari yaitu tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2021 dengan menggandeng narasumber Drs.Syaefuddin,M.si dan Dadang Setiawan S.Pd selaku Ketua dan Sekretaris PKBM GEMA Kota Tasikmalaya. Dalam kegiatan tersebut peserta dibentuk menjadi tim pengembang kurikulum sebanyak 20 orang yang akan melakukan analisis konteks dan merumuskan Dokumen I KTSP serta merumuskan kerangka modul untuk muatan kelompok khusus, yaitu mata pelajaran pemberdayaan, keterampilan pilihan, dan keterampilan khusus.

Metode yang digunakan PKBM AL-FATTAH dalam menganalisis konteks lingkungan satuan pendidikan adalah metode pentagonal aset dan melibatkan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Analisis konteks ini juga dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan menggundang pihak UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Manonjaya dan 6 satuan pendidikan nonformal di Tasikmalaya.

“Alhamdulillah kerja keras Tim Pengembang Kurikulum pada Tahap I ini PKBM AL-FATTAH sudah merumuskan analisis konteks, Dokumen I KTSP, dan Kerangka Modul. Kami memilih tema proyek Penguatan P3 yaitu kearifan lokal, berekayasa dan berteknologi serta kewirausahaan, ada 2 tema modul yang kami pilih berdasarkan hasil analisis konteks pentagonal aset yaitu Kue Jahe dan menjadi content creator” Kata Kepala PKBM AL-FATTAH Dede Sajidin, S.Pd.

Untuk selanjutnya PKBM AL-FATTAH akan melaksanakan Tahap II yaitu Revisi Dokumen I KTSP.?

Share:
Administrator

PKBM AL-FATTAH