Cerpen / PERGI UNTUK KEMBALI

Pada malam hari yang dingin turunlah seorang wanita bernama lisa dari pesawat, dia merasa bingung dan tidak percaya setelah sekian lama akhirnya bisa kembali ke kota kecil ini. Kota kecil yang menjadi kota kelahiran lisa, kota kecil yang menjadi saksi hidup lisa sampai remaja, kota kecil yang memberitahu lisa apa artinya hidup, artinya sahabat, artinya perjuangan dan artinya cinta.

            Perlahan-lahan kakinya melangkah pergi meninggalkan bandara yang sepi itu, lisa memberhentikan dan pulang dengan taxi yang ia naiki, didalam taxi lisa selalu menoleh kekanan dan kekiri seakan masih tidak percaya dia bisa kembali ke kota kelahirannya ini. Taxi yang dinaiki oleh lisa melaju sangat kencang ditengah hujan yang semakin deras, dan akhirnya lisa bisa sampai kerumah yang dulu ia tempati sampai usia remaja.

            Lisa mengetuk pintu tetapi tidak ada yang membukakan pintu itu mungkin orangtua dan keluarga yang tinggal dirumah lisa sudah tidur sampai akhirnya pintu itu terbuka dan semua orang heran melihat lisa yang berdiri tegak dibalik pintu rumahnya .ya, karena lisa tidak memberitahu bahwa dia akan pulang setelah sekian lama kuliah di luar negeri, orangtuanya pun bahagia sekaligus kesal karena lisa tidak memberitahu kalau dia akan kembali ke rumahnya ini.

            Setelah lama mengobrol dan melihat rumah yang dulu lisa tempati kemudian lisa beranjak pergi ke kamar kesayangannya, pintu kamarpun terbuka lisa bahagia karena kamar ini sama seperti saat lisa tinggalkan dan lisapun melihat satu-persatu barang pribadinya, langkah kaki lisa terhenti melihat meja belajar yang berisi buku-buku dan album foto pribadinya, lisa membuka halaman demi halaman album foto sampai akhirnya mata lisa tertuju pada satu foto kebersamaan lisa dengan seseorang yang membuat lisa mengenal cinta, dan mengantarkan lisa untuk selalu bahagia sekaligus membuat lisa mengalami kesedihan juga pengorbanan.,sosok itu adalah Doni sahabat sekaligus yang menjadi cinta pertama bagi Lisa.

 

 

            Lisa terus menatapi foto itu sambil mengingat kembali sosok doni, seorang sahabat yang selalu menemani lisa, mendukung lisa dan memperhatikan lisa walaupun Doni seseorang yang sangat jahit dan menyebalkan. Lama-kelamaan Lisa mulai merasa nyaman dan mulai mencintai Doni, tentunya lisa menyembunyikan perasaannya itu karena Lisa merasa malu dan Lisa juga sadar bahwa doni hanyalah seorang sahabat baik tidak lebih.

            Ibunya lisa kemudian datang dan menyadarkan lamunan Lisa tentang Doni sahabatnya itu, Lisa merasa kaget dan langsung membereskan album foto masalalunya lalu Lisa terbaring di kasur kesayangannya tetapi pikirannya masih terganggu oleh sosok Doni karena sampai saat ini Lisa belum bisa melupakan doni dan Lisa masih sangat mencintai sahabatnya baiknya itu.

            Mata lisa mulai menutup dan Lisapun tidur terlelap melupakan semua lamunan kenangan masalalu yang pernah ia lalui, masa dimana lisa mulai bisa mengungkapkan perasaannya kepada Doni tetapi saat perasaanya sudah diketahui oleh Doni, Lisa harus pergi meninggalkan Doni. Tanpa di duga-duga ternyata Doni juga mencintai Lisa bahkan disaat Lisa belum merasakan cinta yang sama seperti saat ini.

            Keadaan yang sangat sulit itu dirasakan oleh Lisa, dia sangat sedih karena perasaan yang selama ini Lisa pendam terungkap disaat Lisa harus pergi untuk melanjutkan kuliah diluar negeri. Masih terngiang jelas disaat Lisa dibandara, Doni menhampiri dan mencegah Lisa untuk pergi, Lisa sangat bingung dan terharu tetapi keputusan Lisa sudah bulat dan dia akan tetap kuliah diluar negeri.

            Perasaan Doni saat itu hancur dan takut jika Lisa pergi dia tidak akan kembali lagi, Doni juga berpikir Lisa pasti akan tinggal diluar negeri yang dianggap lebih baik dari pada tinggal di kota sekecil ini. Tapi apa daya sebesar apapun usaha yang Doni lakukan tidak akan membuat Lisa merubah keputusannya itu dan akhirnya Doni terkulai lemas melihat langkah kaki Lisa yang semakin menjauh dari dirinya.

            Hari demi hari harus Doni lalui tanpa kehadiran Lisa yang selama ini selalu ada disampingnya, tetapi semakin lama Doni mulai terbiasa hidup tanpa Lisa walaupun dalam hati kecil Doni tidak bisa membohongi perasaannya yang masih tidak percaya bahwa Lisa pergi meninggalkannya. Doni juga tidak mau terpuruk terlalu lama dalam keadaan seperti ini, Doni pun mulai bangkit dan harus mencoba mengikhlaskan kepergiaan sahabatnya itu.

            Sinar matahari pun mulai memasuki celah-celah jendela kamar Lisa dan membuat Lisa terbangun dari tidurnya yang lelap. Tetapi Lisa terbangun dengan pikiran yang masih tertuju pada Doni cinta pertamanya itu. Dalam benak Lisa dia bertanya “apakah masa itu akan kembali terulang?” “apakah aku dan Doni akan kembali bersama?” Seakan-akan Lisa ingin berteriak “aku sudah kembali dan tidak akan pernah pergi lagi!”

Lisa melihat kalender dan teringat hari ini adalah hari ulang tahun Doni. Lisapun berjalan diatas rumput hijau yang selama ini menjadi tempat bertemunya Lisa dan Doni saat merayakan hari-hari tertentu berbicara “Tetapi kenapa kamu bisa kembali?” “ karena aku pergi untuk kembali kepadamu Doni!”.seperti hari ulang tahun mereka.Lisa mengingat kembali canda, tawa dan tangis yang pernah terjadi ditempat ini. Lisa menoleh kebelakang  karena bahunya ditepuk oleh seseorang tapi saat badan Lisa terbalik dia kaget karena orang yang menepuknya itu adalah Doni.  

Setelah saling memandang sekian lama, Doni akhirnya berbicara sambil memegang tangan Lisa  “Apakah ini mimpi?apakah kamu benar Lisa? Lisa sahabatku? Lisa cinta pertama ku?” Lisa menjawab “Iya benar, saya Lisa sahabat kamu, cinta pertama kamu yang dahulu pernah pergi meninggalkan kamu.” Donipun bertanya “Tetapi kenapa kamu kembali Lisa?” “Karena aku pergi untuk kembali.” Itulah jawaban Lisa kepada Doni.

Akhirnya Mereka kembali tertawa, kembali mengelilingi kota kecil ini, kembali makan bersama, kembali melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan pada masa lalu.Lisa dan Doni sangat bahagia karena terlihat jelas dari senyuman mereka berdua. 

Share:
AWA NURHIDAYAT

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH