Cerpen / PENGORBANAN YANG BERAKHIR KEBAHAGIAAN

Pada suatu hari ada seorang wanita yang bernama Angel, dia sekolah di SMA N 18 Jakarta. Umurnya baru saja sekitar 16 tahun-an kurang lebihnya, tentunya dia baru saja menduduki bangku kelas 11 di sekolahnya. Angel mengambil paket keahlian IPA, dia pintar namun tidak dalam semua mata pelajaran, awalnya Angel pintar hanya ingin menguasai satu mata pelajaran saja yang ingin ia geluti untuk cita-citanya kelak. Angel mempunyai cita-cita sangatlah tinggi, Angel sangat optimis untuk bisa meraih cita-citanya.

            Di lain waktu saat Angel sedang berkumpul-kumpul dengan teman-temannya ada salah satu temannya yang bertanya kepada Angel “Angel kamu ingin jadi apa setelah lulus dari sekolah nanti?.” Salah satu temannya bertanya“Tidak banyak pintaku, dan tidak muluk-muluk pula keinginanku untuk menghidupi diriku sendiri dan keluargaku, aku hanya ingin menjadi seorang Dokter.” Angel menjawab. Setelah Angel menjawab seperti itu teman-teman disekelilingnya malah mentertawakannya. Melihat itu Angel sangatlah kesal jengkel sekali.

            Lalu Angel bertanya “Mengapa kalian tertawa? Apakah ada yang salah dari ucapanku tadi?.” Dengan Angel berbicara seperti itu teman-temannya langsung diam tanpa kata, kemudian salah satu dari mereka ada yang menjawab “Hahaha, mimpi kamu belajar saja malas nilai IPA saja selalu kecil ini lagi mempunyai cita-cita ingin menjadi Dokter, kalau mempunyai mimpi itu jangan terlalu tinggi nanti sakit loh, awas saja jatuh dari atas tempat tidur haha.” Temannya menjawab, teman-teman yang lainpun malah ikut mentertawakannya.

            Seletah itu Angel langsung meninggalkan mereka semua dan keluar dari kelasnya. Angel pergi kesamping kelasnya sambil berjatuhan air mata dari matanya. Namun dengan kejadaian itu, tidak sama sekali membuat Angel jadi psimis untuk menjadi seorang Dokter. Angel sangatlah optimis untuk bisa meraih cita-citanya.

            Saat Angel ada disebelah kelasnya, ada seorang lelaki yang menghampirinya. Lelaki itu mendekat kepada Angel dan bertanya “Angel kamu kenapa?.” Lelaki itu bertanya, “Tidak, tidak apa-apa. Ngapain kamu ada disini? Jawab Angel sambil menundukan kepalanya. “Aku melihat kamu tadi dari atas dari depan kelasku, saat aku melihat kamu menangis aku langsung bergegas kesini.” Lelaki itu pun menjawab, Angel tidak berkata apapun itu, Angel hanya diam dan tidak mengeluarkan satu kata pun.

            Setelah mereka lama berdua berada disana, dan lelaki itupun bisa membuat Angel kembali tenang kembali. Saat Angel sudah tenang, Angel menceritakan semuanya kepada lelaki itu karena Angel berpikir jika dia mempunyai masalah sendiri dan di pendam sendiri itu tidak akan baik untuk dirinya sendiri. Setelah lelaki itu mendengar semua cerita Angel, lelaki itupun terkejut mendengarnya jika Angel itu ingin menjadi seorang Dokter, dia tidak menyangka bahwa seorang Angel mempunyai cita-cita setinggi itu. Karena memang Angel itu adalah anak yang tidak pernah bisa serius, masih kekanank-kanakan, bahkan sikapnya pun tidak pernah menunjukan bahwa dia sudah dibangku kelas 11.

             Kemudian Angel bertanya “Kamu kenapa diam? Kamu akan sama seperti teman-teman dikelasku yang akan mentertawakanku saat aku berbicara seperti ini?.” Lelaki itu pun menjawab “Tidak Angel tidak, aku bukan ingin mentertawakanmu aku hanya bangga padamu dan tidak menyangka bahwa kamu mempunyai cita-cita setinggi itu.” Angel menjawab “Ya, memang itu tidak mudah, aku tidak pintar, tidak cantik pula maka tidak banyak kesempatanku untuk menjadi seorang Dokter, namun aku sangat yakain bahwa aku akan dapat bisa meraih cita-cita dihidupku selama ini.” Lelaki itupun menjawab “Oke Angel, kamu harus bisa dan kamu pasti bisa! Kamu harus semangat untuk meraih cita-cita kamu sendiri, kamu harus bisa membuktikan ke mereka semua yang sudah mentertawakanmu saat kamu menceritakan cita-citamu, ayo sekarang kamu kekelas lagi jangan pernah menunjukan sikap lemah kamu dihadapan mereka karena dengan kamu seperti ini mereka pasti akan senang. Ayo semngat Angel kembali kekelas kamu lagi.” Angel membalasnya dengan senyuman manis dan berkata “Terimakasih utntuk semangat yang sudah akmu berikan. Aku kekelas duluan (salah tingkah).” Mereka masing-masing langsung kembali kelas nya.

            Setelah sekian lama mereka dekat, pada akhirnya mereka jadian. Sudah kurang lebih 1 tahun mereka pacaran dan Angel sudah menduduki dikelas 12. Saat Angel lulus, Angel langsung mendaftarkan dirinya untuk menjadi seorang dokter. Beberapa bulan kemudian ada surat panggilan untuk Angel, ternyata surat panggilan itu adalah surat penerimaan dia untuk menjadi dokter, Angel diterima dan Angel lulus dari masa-masa pendidikannya ingin menjadi seorang dokter.

 

Kesimpulan:

“Jadi, kita harus teguh pendirian, harus selalu optimis jangan pernah selalu memperdulikan omongan orang lain berusaha untuk tidak memperdulikannya dan mengabaikannya. Dan untuk kalian kaum wanita jangan pernah menyia-nyiakan hidup kalian untuk kalian menjadi seseorang wanita berkarier itu memang sangat membanggakan untuk diri sendiri, bukan berarti tidak boleh nakal namun harus mengetahui batasan-batasannya, karena seorang wanita itu diibaratkan emas yang karatnya mempunyai 100% karat sehingga mahal untuk didapatkannya. Bukan berarti tidak boleh juga berpacaran, namun jika pacar yang baik itu adalah dia yang bisa menjaga dan melindungi diri kita bukanlah merusak diri kita. Dia yang menyemangati kita untuk hingga pada akhirnya kita menjadi seorang wanita yang ternilai.” 

Share:
YOGI WARDANI

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH