Cerpen / PANDANGAN PERTAMA

Pagi hari yang sangat cerah, aku mulai bersiap untuk berangkat sekolah ke sekolah baruku, ibu juga merasa senang karena aku akan mulai sekolah di sekolah baru yang ada di Jakarta, aku berangkat sekolah di antar oleh ibu, dan saat di jalan aku merasa sangat senang dan menceritakan semuanya kepada ibu tidak terasa karena asiknya bercerita dengan ibu aku dan ibu sudah sampai di sekolah baruku. Seketika aku menarik nafasku dalam-dalam dan aku mulai berjalan memasuki sekolah baruku.

            Akupun diantar oleh salah satu guru yang ada disekolah untuk memasuki kelas baruku, akupun masuk dan ibu guru menyuruhku untuk memperkenalkan diri didepan teman-teman, akupun memperkenalkan diri, dan aku disilahkan duduk, belajarpun langsung dimulai, bel istirahat berbunyi semua siswa pergi ke kantin untuk istirahat dan makan, aku tidak ikut istirahat karena aku belum terbiasa dengan sekolahku dan belum ada teman yang aku kenal.0

            Akhirnya bel pulangpun berbunyi, aku beranjak keluar untuk segera pulang dijalan aku merasa ingin segera sampai rumah dan ingin menceritakan pengalaman pertamaku belajar di sekolah baruku kepada ibu, sesampainya aku dirumah akupun menceritakan semuanya kepada ibu, aku merasa hari pertamaku sekolah di sekolah baru agak sedikit membosankan karena aku tidak punya teman dekat yang aku kenal, kata ibu itu adalah hal biasa yang dirasakn oleh siswa baru, karena tidak cukup satu hari untuk mengenal orang-orang yang ada disekolah, dan untuk menemukan teman baru.

            Malampun tiba dan akupun pergi ke kamar untuk segera tidur supaya besok tidak kesiangan, akupun tertidup hingga pagipun dating, dan aku langsung terbangun dan siap-siap untuk berangkat sekolah, saat aku menunggu di halte ada seseorang dan dia adalah teman sekelasku, mengajaku untuk berangkat sekolah bersamanya, akupun mau dan saat diperjalanan menuju sekolah akupun berkenalan dengannya dia bernama Ratu dan dia sekarang menjadi sahabatku.

            Sesampainya disekolah, Ratu mengajaku untuk mengikuti Ekstra Kurikuler Musik, dan akupun mau karena aku suka sekali musik, dan aku sangat senang karena bisa menambah kenalan dan menambah teman disekolah.

            Saat pertamakali aku mengikuti kumpulan pertama Ekstra Kurikuler Musik aku bertemu dengan seseorang yang bernama Fariz yang seketika aku melihatnya membuatku tertegun seketika karena karismanya. Akupun merasa aneh dengan apa yang aku rasakan saat itu.

            Entah apa yang aku rasakan saat itu, tetapi aku tidak menghiraukannya, dan kembali mengikuti kegiatan selanjutnya. Kumpulan berakhir semua anggota berpamitan untuk pulang tetapi sebelum pulang semua anggota harus berjabat tangan dengan pengurus Ekstra Kurikuler Musik, dan saat aku berjabat tangan dengan kak Fariz ada hal yang berbeda, aku merasa deg-degan dan akupun kembali menghiraukanya.

            Saat sampai dirumah akupun tidak pernah berhenti memikirkan dia, dan anehnya lagi bayangan dia selalu aku lihat dimana saja, dan akupun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, didepan cermin aku bertanya-tanya mengapa aku selalu memikirkan dia padahal aku baru pertama kali melihatnya.

            Saat aku menunggu jemputan, tiba-tiba kak Fariz berhenti didepan dirumahku dan mengajaku untuk berangkat sekolah bersamanya, akupun mau, pada saat diperjalanan aku tidak berani berbicara dan menatapnya, karena aku merasa tidak percaya diri dihadapanya, dan kak Fariz bertanya kepadaku “ Mengapa dari tadi kamu tidak berbicara? “, akupun tersenyum dan berkata kepadanya “ tidak papa kak “. Akhirnya sampai disekolah.

            Dan saat aku pergi ke kelas tiba-tiba kak Fariz mengejarku dan memanggilku “ hey ini dompetmu ketinggalan “ sambil memberikan dompet kepadaku “ oh iya kak, maaf sudah merepotkan, terimakasih kak “. Dan akupun masuk ke kelas.

            Bel istirahatpun berbunyi semua siswa keluar untuk istirahat dan makan, di kantin aku bertemu lagi dengan kak Fariz dan dia tiba-tiba mengajaku untuk makan bersamanya. Setelah selesai makan kak Fariz memberitahu bahwa nanti malam dia mengajaku ke acara musik, akupun bersedia untuk ikut.

            Malampun tiba dan Fariz datang menjemputku, pada saat dijalan kak Fariz memujiku karna aku sangat cantik, akupun tersipu malu dan tersenyum kepadanya. Sampailah kita di acara musik.

 

            Sesampainya disana tiba-tiba dia naik ke atas panggung dan menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis dan akupun senang melihatnya, suaranya sangat indah, dan penampilanya sangat tampan. Sesudah bernyanyi aku dan kak Fariz makan bersama dan mengobrol denganya tentang semua hal.

            Acarapun sudah selesai dan kak Fariz mengantarkan aku pulang kerumah, tiba-tiba di jalan dia meenyatakan persaanya kepadaku, dan akupun mengatakan bahwa sebenarnya dari sejak pertam kita bertemu aku merasakan ada yang beda, dan aku merasakan hal yang sama denganya, bahkan aku mencintai dia pada pandangan yang pertama, akupun akhirnya menerima dia untuk menjadi kekasihku. Akupun merasa sangat bahagia dan sedikit tidak percaya akan yang barusan terjadi. Tamat….

 

Share:
IDE LATIP ADHANI

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH