Cerpen / KEKESALAN BERUBAH DENGAN KECERIAAN KEMBALI

Di tengah padatnya penduduk di desa, tersimpan sebuah cerita di sebuah rumahyang sederhan yang sanggup untuk menghalau teriknya sang raja siang dan menghalau menghalau dinginnya terapan air hujan. Dalam rumah yang sederhan itu tinggalah seorang gadis bersama dengan orangtua dan adaiknya.

            Di kala suatu malam yang dihiasi oleh bintang dan bulan beserta dinginnya hembusan malam, gadis itu melangkahkan kakinya untuk pergi ke pengajian dengan rok panjang dan berkerudung dengan membawa Al-Quran. Hanya dengan waktu 3 menit gadis itu akhirnya sampai di pengajian dfan langsung bercengkrama dengan teman-temannya untul memulai pengajian. Tak terasa dinginnya hembusan malam semakin pekat bintang dan bulan semakin indah menghiasi langit akhirnya gadis itu beranjak melangkahkan kakiknya untuk pulang kembali ke rumah yang sederhan itu.

            Sementara itu, di sebuah rumah sederhan adiknya yang bernama Raina sedang membaca buku sambil menonton tv untuk mengerjakan PR nya dan yang harus dikumpulkan besok hari. Tak lama kemudian kakanya yang gadis itu datang dan mengucapkan salam.

            “Assalamualikum.” Ujar kakanya

            “Waalikumsalam, eh kakak udah pulang.”

            “Iya.”

            “Kak, tolong bantu aku ngerjaian ini PR soalnya agak sulit.”

            “Sini mana lihat kakak.”

            “Ini kak , tentang materi aljabar.”

            “Oh, ini mudah kok sini kakak ajarin.”

            Akhirnya seorang kakak yang gadis itu bmembantu adiknya mengerjakan PR nya dengan penuh rasa pengertian. Tak tersa malam semakain gelap hembusan angin malam semakin menusuk dingin di pori-pori kullit dan waktu sudah menunujukkan pukul 22.00 WIB akhirnya mereka beranjak pergi ke kamarnya untuk berperang di pullau kapuk dengan mata terpejam dan diselimuti sehelai kain yang le4mbit cukup mintuk menghentikan hembusan dinginnya malam.

            Kring.... kring.... kring.... alarm berbunyi di jam beker di kamarnya. Dan itu tandanya dia harus bangun dan beranjak dari pulau kapuk untuk pergi mengambil airsuci dan melaksanakan sholat shubuh. Setelah melaksanakan sholat subuh gadis itu langsung membereskan pulau kapuk dan menyapu lantai lalu mempelnya. Setelah selesai melkasanakan pekerjaan itu dia langsung pergi ke kamar mandi dan beranjak pergi ke sekolah.

            Waktu menunujukkan pukul 06.30 WIB dan tancanya dia harus beranjak pergin melangkahkan kaki dari rumah yang serhana itu dan berpamitan kepada kedua orangtuanya.

            Dia pergi kesekolah dengan sebuah kendaraan umum yang berwarna ungu seperti terong. Kira-kira dalam waktu 20 menit dia akhirnya sampai ke sekolah. Kebetulan pada waktu itu di sekolahnya lagi ada acara di alaun-alun untuk kegiatan memperingati Hari Beasar Islam. Dan di langsung pergi kesana untuk menghadairi acara tersebut.

 

            Setelah sampainya di alaun-alun dia bertemu dengan teman-temanaya dan lansung menyapanaya dengan penuh keceriaan. Tetapi sayangnya keceriaan itu berubah menjadi kekesalan. Ketika dia melihat teman yang seoragnisasinya memakai baju pramuka dan dia memakai baju putih abu-abu.

            Kemudian setelah selang beberapa menit dia bersam teman-temannya pergi ke tempat dimana acara itu dilaksanakan. Dan tak lama kemudian dia bertemu dengan temana seoraganisasi laki-laki dan bertyanya:

            “Hai kenapa kamu ngak memakai baju pramuka ?”

            “Maaf baju pramuaka saya basah, dan saya gak punya lagi baju cadanagannya.”     Ujarnya.

            “Kenapa kamu gak meminjam atau mencari ke teman-teman kamu yang lainnya.”   Ujar seorang lelaki.

            “Bukannya saya gak mau pinjam atau mencarai tapi karena pada hari kemarinnya   saya pulang sorekarena habis latihan.”

            “Oh, ya gak tanggungjawab banget kamu.” Ujar seorang lelaki yang satu lagi.

(Dua orang kelaki itu langsung pergi dengan muka yang kesal)

            Gadisitu selalu kefikiran denagn kata-kata yang diucapakan temannya tadi. Bahkan kata-kata itu selalu menghantui pikirannya. Karena akibat kesalahannya tadi tidak memekai baju pramuka. Dia hanya termangut dalam kesendirian dan selalu memikirkan kata-kata itu.

            Tak tersa waktu sudah siang dan menunujukkan pukul 12.00 WIB dia langsung pulangdengan muka kesal. Tak lama kemudian setelh selang beberapa menit handphonenya berbunyi dan ada 1 pesan dari seorang lelaki tadi dia meminta maafkarena ucapannya tadi. Dia punlangsung membalasnya dengan kata “iya, gak apa-apa kok. Karena itu juga memang kesalahan saya sendiri.” Hati gadisitu seketika menjadi tenang dan tentaram dan akhirnya kekesalan itu berubah dengan keceriaan.

Share:
ROMI SUPRIYATNA

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH