Cerpen / CINTA YANG BERUJUNG SAUDARA

Berawal dari saling ketemu dan mulai dari tatapan matanya lalu aku menjadi dekat dengannya. Namanya Sukma dia memiliki badan tinggi dan berkulit putih dia banyak digemari banyak cewe terutama teman-temanku. Suatu hari dia BBM aku lama kelamaan menjadi akrab sampai menjalin hubungan.

Hari demi hari kami jalani dengan bahagia ditengah tengah kebahagiaan kami datanglah seseorang bernama Amelia dia adalah mantan kekasih Sukma yang sekarang menjadi kekasihku. Mereka berhubungan agak lama sampai sampai mereka dekat seolah olah sebagai kekasih, tanpa sepengetahuanku mereka saling komunikasi bahkan saling bertemu satu sama lain.

Aku masih sabar mendengar semua itu karena aku yakin yang terbaik tidak akan pernah meninggalkan. Seminggu sudah hubungan yang kita jalani hubungan kami masih terkesan romantis. Dia mulai mengeluarkan kata kata manis yang dia ucapkan, suatu hari dalam sosial media Amelia mantan kekasih Sukma membuat status yang menyatakan bahwa mereka sedang bersama Sukma, hatiku mulai gelisah apakah ini cobaan dalam sebuah hubungan atau hanya formalitas Amelia saja, entahlah persaanku waktu sudah mulai berpikiran negatif tapi aku juga jangan berprasangka buruk.

Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar semua baik baik saja. Suatu hari Sukma tanpa kabar aku tidak tahu dia sedang dimana dan dengan siapa hari terus berlalu hatiku mulai merasakan sakitnya hubungan yang aku perjuangkan, yang aku jaga harus putus ditengah tengah. Menjalin hubungan sesaat itu bukanlah hal yang mudah karena yang aku rasakan menjalin cinta sesaat itu bisa dikatakan sedang tumbuh tumbuhnya rasa sayang.

Tapi aku bisa berbuat apa hanya bisa menagis dan menggap bahwa ini hanyalah mimpi. Dalam keterpurukanku aku sadar aku sudah salah aku merasa bodoh orang yang aku perjuangkan selama ini begitu tidak menginginkan aku menolehpun tidak sama sekali.

Dari situ kita menjadi jauh tidak komunikasi dan jarang bertemu. Suatu malam yang bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban handphoneku berbunyi ternyata itu BBm dari Sukma dia minta maaf padaku dan dia merasa telah pergi dan membiarkan aku terpuruk sendiri. Kita kembali berkomunikasi seperti biasanya semenjak kita putus Sukma menjadi lebih dekat denganku daripada dulu saat kita menjadi kekasihku.

Setelah itu kita bersepakat untuk mempunyai sebuah ikatan bukan ikatan sebagai kekasih melainkan sebagai adik kakak. Aku bahagia karena secara tidak langsung Sukma tidak ingin jauh dariku, kata pikiranku. Hari hari yang kita jalani selalu dipenuhi dengan canda tawa, tak peduli hujan turun atau panas yang begitu terik kita asik bermain sampai lupa waktu dan seakan akan dunia ini hanya milik kita.

Setiap hari kami selalu bersama bahkan orang orang mengira bahwa kita masih menjalin hubungan sebagai kekasih. Semua kegiatan yang kita lakukan selalu dipenuhi dengan kebahagian bahkan sampai kita curhat bareng , cerita bareng , dan pada suatu malam dia bercerita kepadaku melalui BBM bahwa dia sedang menggumi dan menginginkan seorang wanita yang berparas cantik, sholehah, dan berhijab stylist jauh denganku yang selalu cuek dengan gaya.

            Dan yang paling sakit Sukma memintaku untuk menjodohkan nya dengan Safia hatiku mulai berkecambuk dan seolah olah Sukma tidak tahu bahwa aku masih menyimpan rasa padanya dan masih berharap untuk kembali lagi. Tapi apa daya aku hanya bisa menyerahkan semua pada Tuhan dan aku yakin bahwa Tuhan mempunyai renacana yang indah untukku.

            Dan sampai detik ini aku dan Sukma masih saling komunikasi dan sering bersama. Sampai kita berjanji akan terus komunikasi, akan tetap bersama meski Sukma atau aku mempunyai kekasih dan kita akan terus bersama hingga kita sukses nanti dan sampai rambut kita berubah warna menjadi putih.

Share:
RISAL TIAS AGUSTIN

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH