Cerpen / CINTA SEORANG BUNDA

Tatapan matanya yang tajam seakan-akan mematikan, namun dalam tatapannya itu tersirat kepedihan yang mendalam. Mata itu...... mata itu menatap kosong pemandangan kerlap-kerlip kota yang bagaikan kerlap-kerlip buntang di atas langit dan tingginya gedung-gedung pencakar langit, namun ternyata mata itu tanpa diperintah mengalirkan air yang menganak sungai tiada hentinya. Hatinya terluka, akibat kejamnya takdir yang menerjang kehidupannya. Berfikir apakah Ia mampu melaluinya? Apakah dirinya mampu bertahan? Hanya Tuhan yang mengetahuinnya, saat ini ia membutuhkan seseorang yang dapat memahami keadaannya.

 

'' Viona? ''

 

'' Viona sayang, kenapa kamu masih disini? Ayo masuk sayang, nanti kamu masuk angin! '' ujar seseorang yang sangat menyayanginya.

 

'' Ia Bun, sebentar lagi viona masuk. Viona masih ingin menenangkan diri disini Bun. Bunda masuk saja duluan.'' sahut Viona dengan berusaha menahan air matanya.

 

'' Kamu kenapa sayang? Ayo cerita sama Bunda, supaya Bunda tahu apa yang kamu rasakan '' ucap Bunda Viona

 

'' Viona tidak kenapa-kenapa Bunda, Viona baik-baik saja Bunda liat sendiri kan? '' jawab Viona dengan berusaha tersenyum sambil memegang erat tangan Bundanya.

 

'' Kamu jangan bohong sama Bunda, Bunda bisa merasakan kalau kamu lagi sedih sayang. Ayo ceritakan sama Bunda, Bunda gak mau kamu terus bersedih '' ujar Bunda Viona berusaha menjadi sahabat yang pengertian bagi anaknya.

 

'' Viona, Viona hanya rindu Ayah. Viona rindu pelukan Ayah, Bunda.'' ucap Viona dengan tatapan yang sendu.

 

Bunda Viona pun tak kuasa menahan tangisnya, lalu ia memeluk sang anak dengan penuh kasih sayang berusaha menyalurkan rasa tenang pada sang anak. '' Bunda?'' panggil Viona.

 

'' Ya sayang. Kenapa? '' sahut Bunda Viona

 

'' Kenapa Ayah pergi meninggalkan kita Bunda? Kenapa Ayah pergi secepat itu? Apakah Ayah gak sayang sama kita Bunda? Apakah Ayah gak kasihan sama kita Bunda? Kenapa? '' ucap Viona dengan lirih.

 

'' Jangan bilang begitu sayang, Ayah pergi bukan karena dia gak sayang lagi sama kita. Ayah pergi karena sudah takdirnya, biarkan Ayahmu bahagia disana, biarkan Ayahmu tidak merasakan sakit lagi, biarkan Ayahmu tenang disana jangan buat dia bersedih karena melihat anak kesayangan Ayah dan Bunda ini jadi lemah seperti ini '' jawab Bunda viona sembari menahan tangis.

 

'' Ayah sangat menyayangi dan mencintai kita sayang '' bisik sang Bunda pada viona

 

'' Aku tahu itu Bunda '' sahut Viona

 

'' Nah, jadi sekarang kamu jangan sedih lagi. Ayo kita masuk dan tidur sekarang. Ayahmu selalu menjaga kita dari atas sana, dan Ayahmu sudah bahagia disana, lihatlah bulan dan bintang di atas sana  tersenyum menyinari kita sayang '' kata Bunda

 

'' Iya Bunda, itu pasti Ayah yang sedang tersenyum ke arah kita berdua. Ya,  itu pasti Ayah '' ucap Viona sambil tersenyum menatap bintang dan bulan yang bersinar sangat terang. Tersenyum hangat pada mereka.

 

'' Ayo sayang!'' ajak Bunda.

 

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar masing-masih mencoba meluapkan segala emosi dalam alam mimpi. Berdo'a supaya bisa bermimpi yang indah.

 

 

***

 

 

Pagi pun telah menjelang, dan mentari pun sudah mulai menampakan keindahan yang dimilikinya. Viona pun bangun dari tidurnya dan menjalani aktivitas sehari-harinya dengan penuh keceriaan. Mencoba melupakan segala penderitaan yang pernah dihalaunya.

 

'' Pagi dunia'' seru Viona dengan senyuman yang mengembang tercetak di wajahnya.

 

Mulai dari saat ini ia bertekad dalam hati bahwa ia tidak boleh sedih lagi dan tidak boleh lemah. Ia harus menata kembali kehidupan dengan dipenuhi oleh senyuman karena ia yakin bila Ia bersama dengan Bundanya bahagia maka Ayah pun di atas sana akan bahagia disisinya.

 

 

'' Ayah akan selalu ada di hati kami, yaitu dalam hati Aku dan terutama dalam hati Bunda. Ayah tidak akan pernah tergantikan, benar kan bunda?'' ucap Viona

 

'' Tentu sayang, itu sangat benar sekali'' sahut Bundanya sambil tersenyum pada sang anak. Ia senang bahwa ia dan anaknya bisa kembali tersenyum.

 

'' Terima kasih Bunda, Bunda selalu ada disaat aku membutuhkan apapun, Bunda yang paling mengerti semua tentangku, terima kasih karna Bunda telah memberikan kasih sayang dan cinta untuk ku. I LOVE YOU'' ujar Viona pada sang Bunda.

 

'' Bunda juga cinta kamu malaikat kecil Bunda'' jawab Bunda viona dengan penuh haru dan bahagia.

 

 

SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

Hanya seorang Ibu yang akan selalu ada bersama kita, hanya seorang Ibu yang mampu mengerti kita, hanya seorang Ibu yang dapat merasakan apa yang sedang kita rasakan, hanya seorang Ibu yang akan rela melakukan apapun untuk anaknya. Jadi, jangan pernah sekalipun kita megecewakan Ibu kita apalagi sampai membuatnya menangis, selalu lah buat Ibu mu tersenyum karena dirimu.

SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS

 

Share:
MUHAMMAD AZKIYA

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH