Cerpen / AKU, CARAMEL

Namaku Caramel, aku sekarang duduk dikelas X di SMKN BANDUNG. Aku pernah menjalin persahabatan waktu smp tapi sekarang persahabatan itu sudah tidak ada atau hilang begitu saja. Hari-hari yang ku lewati saat duduk dikelas X sangat jenuh dan tidak bergairah. Di saat aku kenal sama Raquel hidup pun terasa lebih bergairah dan bahagia.

Pada ke esokanyanya kita bertemu dan selalu ngobrol dan cerita-cerita bareng. Selama aku kenal dia aku merasakan hal yang berbeda aku menemukan rasa nyaman berteman dengan dia berbeda dengan sahabat ku yang dulu. Lama  kelamaan kita menyadari akan kenyamanan yang telah kita buat dan kita jalani dalam pertemanan tetapi pada suatu ketika kita memutuskan untuk menjadi sahabat. Dia selalu mengerti akan semua hal, dia selalu ngasih saran sama aku bahkan dia selalu menjadi penyemangat buat aku tentu nya dia akan selalu ada buat aku. Aku dan Raquel sepakat untuk membuat komitmen dalam persahabatan kita ini.

“ Apapun yng terjdi jangan pernah meninggalkan satu sama lain” kata si Raquel dengan wajah yang serius. Caramel pun Menjawab “ aku hanya minta komitmen ini harus di jalankan supaya ubungan persahabatan ini terus berjalan sampai maut memisahkan” .

Hari libur pun tiba aku berencana mengajak Raquel pergi Jalan-jalan ke  Mall Mayasari Plaza, di sana kita bermain dan berphoto-photo canda tawa pun mengiringi kita. Saat aku dan Raquel mencoba untuk masuk kedalam life suasanapun berubah jadi rasa takut dan tidak karuan gitu.

“ Ternyata masuk kedalam life itu serarsa mau jatuh dari tebing ya?” Ujar si Raquel. “ akupun tertawa dan langsung mengejek Raquel karena takut naik life”. tetapi setelah turundari life aku langsung terus terang sama dia karena aku juga sebenenarnya takut naik life dan takut sama yang namanya ketinggian. “  huhuhuhu…. Sama-sama takut naik life jadi kamu jangan saling mengejek” kata si Raquel sambil senyum-senyum.

Jam sudah  menunjukan  pukul 16.00 WIB. Saat itu juga kita langsung pulang kerumah, sebelum sampai dirumah kita di jalan bercanda-canda ria tapi ternyata di jalan kita langsung di hentikan oleh polisi karena sudah melanggar lalu lintas.

“ stopp!! Adik  tolong tunjukan STNK sama SIM nya”  kata si polisi. Aku pun menjawab “  ini pak Stnk nya tapi sim nya belum punya jadi gimana ya pak?” polisi menjawab “ kalau tidak punya sim jangan bawa motor nak, udah gini aja Stnk bapak sita dan adik harus di sidang tanggal 20 April 2016 “. Akupun menjawab “ jangan pak,gini aja pak boleh gak  di sidang nya sekarang karena kita berdua kan masih anak sekolah jadi gak mungkin kan ninggalis waktu belajar di sekolah”. Polisi menjawab “ ya sudah, kamu cukup bayar dendanya saja sebesar Rp. 75.000 tapi kesalahan yang kalian buat jangan di ulang lagi ya”. Akupun menjawab “ terimakasih pak, iya siap insyaalloh”. Ketika itu juga kita langsung pulang kerumah karena waktu sudah menunjukan pukul 17.30.

Pada ke esokan paginya aku langsung berangkat sekolah dan pada saat di kelas aku dan Raquel langsung menceritakan kejadian yang menimpa kami saat bermain bersama kepada teman-teman yang lainnya dan ternyata respon mereka hanya tertawa terbahak-bahak karena kejadian yang menimpa kita berdua itu hanya kejadian lucu saja.  Dan mereka berkata “ kejadian yang kalian alami itu sama seperti kami yang sudah beberapa kali di tilang sama polisi jadi wajarlah kita tertawa karena kita sudah ngalamin itu semua” . “ oh jadi sebelum kita ditilang sama polisi kalian juga udah duluan ditilang ya, hahahah kasian sekali kalian” ujar si Raquel.  Setelah bercertia dengan teman-teman gurupun datang ke kelas dan suasana kelas pun kembali seperti semula.

Satu setengah tahun aku dan Raquel menjalin persahabatan, semua masalah selalu kita hadapi bersama sebesar apapun masalah nya pasti kita bisa pecahkan, tetapi pada saat bulan mei 2016 itu Raquel jadi berubah  dia tidak seperti yang dulu lagi, Raquel yang dulu aku kenal itu kini sudah tidak ada atau hilang begitu saja, memang dia ada di hadapan ku tapi sikap dan cara dia berbicara itu bukan jati diri dia dn bukan sosok Raquel yang aku kenal dulu , akupun terus bertanya-tanya kenapa dia berubah apa yang salah dariku sehingga dia hilang dalam hidupku. “ apakah ada sesuatu yang terjadi sama dia ?”. entahlah akupun tidak tau.

Hari demi hari aku lewati tanpa ada senyum dan tawa dari Raquel, berbagai pertanyaan pun selalu membayangi pikian ku kenapa dia berubah dan kenapa dia hilang dari hidupku?, satu haripun tidak ada yang ku lewatkan untuk mencari jawaban itu, dan kini sudah enam bulan dia berubah dan akupun tidak tau apa yang sudah membuat di berubah, tetapi di balik enam bulan itu aku memutuskan untuk berhenti mencari semua jawaban itu dan kini akupun sama sekali tidak pernah bertanya ataupun komunikasi dengan dia karena aku memikirkan sesuatu untuk memecahkan masalah ini supaya dia menjawab pertanyaan aku itu dan aku pernah berpendapat kalau yang membuat dia berubah itu karena sudah menemukan sahabat baru tapi ini semua ini hanya pendapatku saja tapi kalau memang iya dia menemukan sahabat baru aku Cuma ingin dia terus terang sama aku dan bilang semua yang udah terjadi.

Dan pada suatu hari kita dipertemukan kembali mungkin ini rencana tuhan yang paling terindah buat aku dan pada saat itu juga aku lagsung jujur ngomong sama dia supaya dia menjawab pertanyaanku kenapa kamu menghilang dalam enam bulan ini dalam kehidupan aku?. Waktu itu juga kita langsung bicara terang-terangan.

“ kenapa kamu berubah Raquel?” . “ aku tidak pernah berubah sama kamu, mungkin pada saat itu aku lagi ada masalah besar sehingga perlakuan ku terhadapmu sedikit agak berbeda” uajar Raquel. “  kalau memang iya ada masalah dalam hal apapun, tolong kamu cerita sama aku, aku kn sahabat kamu!”. “ iya maafkan aku, mungkin ini lah sikap aku yang sebenarnya kalau sudah terjadi masalah yang besar, ,maafkan aku ya caramel?” Kata si Raquel. “ iya aku maafkan tapi jangan di ulang lagi ya dan aku mohon kalau ada apa-apa tolong kamu cerita sama aku ya.”

Dan pada akhirnya aku dan Raquel kini kembali bersama dan selalu mengerti akan semua hal dan melakukan kegiatan selalu bersama-sama seperti bulan yang tidak bisa jauh dari langitnya.

Tetapi suatu ketika  masalah pun datang lagi kini banyak teman yang iri sama persahabatan aku dan Raquel, mereka selalu menjauhkan kita, mereka sering mengadu domba kan kita, tapi entah kenapa tuhan pun berkata lain, dan akhirmya persahabatan kita ini bisa kembali seperti semula dan tidak bisa lepas dari apapun seperti halnya sepatu yang tidak dapat di pisahkan.

 

Share:
ROSIDATUL FALAH

Peserta Didik PKBM AL-FATTAH