Cerpen

Kau tak paham aku” ujarnya.            Kalimat itu yang selalu mengganggu waktu tidurku malam hari. Kalimat semingggu lalu, tepat terakhir kali aku melihatnya, memandang sudut matanya yang menajam penuh kekesalan. Dia selalu punya pertanyaan dengan jawaban yang masih menggantung. Dia lihai mempermainkan aku dan mengoyak rasa di dadaku. Dia pandai mensabdakan kata- kata indah dengan sejuta makna di dalamnya. Bagaimana bisa aku memahaminya, sementara dia hanya berkutat dengan sandi –sandi, dia tak menyukai deskripsi, namun malah menyukai kalimat teka – teki yang ambigu.***            Sudah seminggu dia tak nampak di hadapanku, tak ku cium sedikitpun aroma parfumnya, atau sedikit nikotin dan secangkir kopi hitam yang selalu ia bawa, tak pula dengan sehelai...

Read more

Ada seorang pemuda yang bernama juju, wajahnya tampan berparas menawan dan bertubuh tegap. pekerjaanya berdagang sayuran, setiap pagi ia harus memetik dan membersihkan sayuran itu dari tanah yang menempel, setelah sayuran itu bersih ia langsung berkeliling menjajakan daganganya.sayuran dagangan juju dikenal orang-orang dengan sisehat dan sisegar. Meskipun pekerjaanya sebagai pedagang sayur juju tidak malu karena ia tahu bahwa pekerjaan itu halal.Pada suatu hari, juju berkeliling melewati jalan-jalan besar,gang-gang kecil dan rumah-rumah warga sambil berteriak menawarkan daganganya,”yurrrr......sayurrrrr.....yurrrr....sayurrrr....sayur sehat segar alami.....yurrr....sayur....Tiba-tiba ada seorang wanita yang bernama chatrine yang berasal dari jakarta, chatrine yang berwajah cantik berkulit putih mulus berbadan tinggi dan ber rok mini memanggil juju.”Abang,,,,,tukang sayurrrr....kesini....” teriaknya chatrine dari depan rumahnya.Juju pun menghampiri chatrine dengan membawa...

Read more