Cerpen

Memang di dunia ini tidak ada yang mengetahui takdir setiap umat. Dari mulai rezeki, jodoh, umur dan bahkan kematian itu semua telah di atur oleh Alloh SWT.            Tujuh belas tahun lamanya aku hidup tanpa seorang ibu. Ibuku meninggal sejak umurku masih berusia kurang lebih satu bulan, usia seperti itu masih sangat membutuhkan seoorang kasih sayang seorang ibu karena masih sangat kecil, kata mereka sewaktu aku kecil diriku selalu di timang dan di manjakan oleh ibu. Hal tersebut adalah hal terberat yang aku alami. Tanpa ibu hidupku terasa sulit untuk aku jalani apa yang aku rasakan, rasa sunyi yang terus menerus menghampiri hati dan hidupku setiap waktunya. Banyak orang bilang...

Read more

Disuatu hari yang sangat cerah disebuah taman kota aku sedang berjalan melihat lihat apa yang ada ditaman ini, kemudian  ada seorang pria gagah yang mengahapiri diriku, aku sungguh tak ingat dirinya mungkin aku lupa. “hai” sambil menepuk pundakku dari sebelah kanan “hai,kamu siapa?” aku tercengang kebingungan “saya Rahman, apakah kamu sudah lupa?” aku mengingatnya kembali tapi sungguh aku tak ingat dia sama sekali “aku benar-benar lupa siapa dirimu, apakah kamu pernah mengenalku lebih jauh?” “oh iya tentu saya sangat mengenalmu, kita pernah menjalin persahabatan baik, lalu kita menjalin sebuah hubungan kasih berdua Ferda” “oh benarkah tapi kenapa saya tak ingat kamu sama sekali” aku tercengang memikirkan apa yang ia...

Read more

Sedari dulu keluarga Rama hidup berkecukupan, Rama mempunyai tiga orang anak perempuan dalam pernikahannya bersama Masrum, anaknya bernama Okta, Della, dan Rani. Rama selama bertahun-tahun pergi mengadu nasib ke kota, ia bekerja sebagai seorang penjahit di sebuah konveksi celana jeans, penghasilannya yang kurang tak banyak membantu kehidupan keluarganya. Padahal di rumah anaknya Okta sedang sekolah, tentunya memerlukan biaya yang cukup besar. Istrinya Masrum berkeinginan mencari kerja di Kampung agar bisa menambah penghasilan, tapi suaminya Rama tidak mengizinkan karena ia takut anak-anaknya tidak terurus. Masrum tidak yakin bahwa suaminya akan bekerja lama, karena melihat kondisinya yang sering kali sakit membuat Masrum merasa cemas.Selang beberapa bulan Rama pulang dari kota, ia sudah mulai...

Read more

Hari perpisahan di sekolah Sekolah Menengah Pertama pun telah tiba, kini sudah selesailah tugas aku bersama teman-temanku duduk dibangku SMP, kita yang selama tiga tahun bersama menjadi seorang sahabat melewati susah senang bersama, melewati masalah apapun bersama akhirnya kita harus berpisah untuk mencpai masa depan kita masing-masing, kita semua melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi tapi sayangnya sekolah kita berbeda dan berjauhan, itulah yang membuat kita harus berpisah.            Hari-hari pun telah berlalu, kini saatnya aku harus melangkah untuk meraih masa depanku, aku tidak mau larut dalam kesedihan karena kita harus terpisahkan oleh jarak dan waktu, meskipun kita terpisahkan suatu saat kita pasti akan bertemu kembali. Aku pun mendafaftardisuatu sekolah kejuruan yang ada...

Read more

Seorang perempuan bernama Wati, ia berasal dari keluarga yang sederhana mempunyai Saudara 1 yang bernama Nuraeni.Wati tinggal bersama kedua orang tuanya. Daerah tempat tinggalnya masih terdapat banyak tumbuh-tumbuhan yang tumbuh, seperti pertanian, lading sehingga daerah tempat tinggal Wati masih sejuk dengan pepohonan. Ayah Wati juga bekerja sebagai buruh tani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.            Pada saat Wati bermain dengan temannya Murni ia berbicara bahawa ada yang meminta nomor handphone yaitu sepupu dari Murni. Kemudian Wati kebingungan untuk memberikan nomor handphone kepada sepupu Murni yaitu Mikdar. Beberapa hari kemudian Murni meminta kepastian kepada Wati untuk memberikan nomornya, Wati pun memberikan karena di suruh oleh kakaknya Nuraeni. Setelah lama-kelaman Mikdar menjalin komunikasi dengan...

Read more