Cerpen

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

 Jam bekker berbunyi menunjukan pukul 06:30 rina buru buru bergegas menuju kamar mandi karena takut kesiangan masuk sekolah. Rina bersekolah di SMA terpaporit di jakarta Rina kesekolah menggukanan motor scoppy dengan bermodif pink kesayangan nya yang merupakan hadiah ulang tahun dari orangtua nya dengan syarat dia harus rajin belajarnya. Ditengah tengah perjalanan menuju kesekolah dia keserempet oleh mobil sport keluaran baru. “BbbruuKkkk” “ Aduhh sakitt “ kata rina sambil memegang tangannya yang sedikit berdarah itu “ Aduhh mba maaf saya tidak sengaja “ kata lelaki yang menabrak rina tersebut“ kalau mengendarai kendaraan tuhh hati hati dong emang ini jalan milik nenek moyang lo apa ?” kata riina menjawab karena rina...

Read more

Hanya dentingan sendok yang terdengar di pagi itu, Vira hanya memakan beberapa sendok saja karen nafsu makannya lenyap entah kemana, mungkin karena jantungnya kambuh semalam yang membuat ia merenung akan hidupnya. Namun tiba-tiba suara bel berbunyi, Vira langsung beranjak dari kursi dan segera menuju pintu depan.“Danil, ayo berangkat” ucapan Vira diangguki oleh Danil dan berjalan menuju sepeda motor dengan tangan saling bertautan.             Waktu menunjukan pukul 12.30 yang seharusnya menjadi waktu dimana Danil dan Vira makan siang bersama di kafetaria, namun karen tugas skripsi yang terasa mencekik, Vira dan Lulu harus merelakan waktunya untuk masuk ke Perpustakaan. “Kemana Vira, tumben biasanya dia akan bersamamu kalau jam istirahat seperti ini”. Tanya Rangga...

Read more

Langit kelam diguyur hujan lebat. Petir terus bersahut-sahutan seakan mengiringi keluh kesahku, tatapan ku masih tertuju tajam menembus jendela, mencoba mendobrak sang hujan. Seperti biasa, saat waktu sudah mulai menghitam tapi Lisa belum juga pulang. Sebagai orang tua tunggal, aku pasti mengkhawatirkannya. Belum lagi kisah beberapa tahun lalu yang menimpa istriku belum sepenuhnya hilang dari ingatanku.“Ah gara-gara segerombolan laki-laki brengsek itu.” Bisikku dalam pelan.Memang sudah menjadi rahasia umum, istriku meninggal dengan cara yang tidak wajar. Dia menjadi korban kekejian laki-laki hidung belang.Tiba-tiba suara pintu membangunkanku dari lamunan, terlihat Lisa muncul dari balik pintu dengan pakaian yang basah kuyup. Ku tengok keluar, ada seorang pemuda usianya sekitar 22 tahun hendak memputar...

Read more

Dia gadis berkulit putih yang selalu menarik perhatian orang di sekitarnya. Dia gadis cantik berambut panjang yang selalu membuat siapa saja yang melihatnya menjadi penasaran. Gadis itu memang berbeda dengan orang lain, itu yang membuat ia selalu jadi pusat perhatian orang-orang di sekelilingnya. Bukan tentang kecantikannya, melainkan perbedaannya. Yaa, dia memang berbeda. Dunianya sunyi, hanya hatinya yang mampu berkata-kata. Dan dia adalah aku. Iya aku, si gadis cantik yang tuli dan bisu.. selama ini ayahku lah yang menjadi telingan dan mulutku. Aku memang hanya mempunyai ayah, karena 22 tahun lalu ibuku lebih memilih memberikan ku kesempatan untuk hidup dengan merelakan hidupnya. My mom my angel..***            Baru-baru ini ayah membuka...

Read more