Cerpen

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more