Cerpen

Rani adalah anak orang kaya, dia bersekolah di sekolah yang mewah. Setiap harinya ia hidup penuh kemewahan. Mulai dari bangun tidur sampai ia tidur kembali pasti dihiasi dengan segala kemewahan dan kenyamanan membuat semua anak iri melihatnya. Namun dalam hatinya  ia tidak benar-benar merasakan kenyamanan dalam hidupnya, ia adalah orang yang jutek dan sedikit kasar kepada setiap orang termasuk ayah dan ibunya, maklum dia adalah anak satu-satunya. Rani tinggal di rumah besar yang mewah dan hanya tinggal sendiri di rumah besar itu, ayah dan ibunya selalu bekerja di luar negeri dan jarang ada di rumah, sekalinya ada di rumah ayah ibu rani sibuk dengan handphone masing-masing, itu lah mengapa rani...

Read more

Rani adalah anak orang kaya, dia bersekolah di sekolah yang mewah. Setiap harinya ia hidup penuh kemewahan. Mulai dari bangun tidur sampai ia tidur kembali pasti dihiasi dengan segala kemewahan dan kenyamanan membuat semua anak iri melihatnya. Namun dalam hatinya  ia tidak benar-benar merasakan kenyamanan dalam hidupnya, ia adalah orang yang jutek dan sedikit kasar kepada setiap orang termasuk ayah dan ibunya, maklum dia adalah anak satu-satunya. Rani tinggal di rumah besar yang mewah dan hanya tinggal sendiri di rumah besar itu, ayah dan ibunya selalu bekerja di luar negeri dan jarang ada di rumah, sekalinya ada di rumah ayah ibu rani sibuk dengan handphone masing-masing, itu lah mengapa rani...

Read more

Rani adalah anak orang kaya, dia bersekolah di sekolah yang mewah. Setiap harinya ia hidup penuh kemewahan. Mulai dari bangun tidur sampai ia tidur kembali pasti dihiasi dengan segala kemewahan dan kenyamanan membuat semua anak iri melihatnya. Namun dalam hatinya  ia tidak benar-benar merasakan kenyamanan dalam hidupnya, ia adalah orang yang jutek dan sedikit kasar kepada setiap orang termasuk ayah dan ibunya, maklum dia adalah anak satu-satunya. Rani tinggal di rumah besar yang mewah dan hanya tinggal sendiri di rumah besar itu, ayah dan ibunya selalu bekerja di luar negeri dan jarang ada di rumah, sekalinya ada di rumah ayah ibu rani sibuk dengan handphone masing-masing, itu lah mengapa rani...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more

Seperti biasa, matahari menyinari bumi yang bertanda bahwa sudah pagi. Amel pun masih saja tertidur diatas ranjang yang mungkin waktu untuk pergi kesekolah hanya sekitar 20 menit lagi, jam weker pun menyala dengan volume yang besar. Amel bangun dengan muka terkejut.“Ya ampun ini sudah pagi, aduh jam berapa ini? Aku harus segera mandi jangan sampai aku telat lagi” sambil melirik jam weker dan tersisa waktu 20 menit.Jarak antara rumah Amel dan sekolah tidak jauh hanya 50 itungan kaki aja sudah sampai, Amel pun berlari hingga pas melihat jajaran besi sekolah, gerbang pun ditutup. Amel berusaha untuk menaiki gerbang tersebut tetapi ada satpam yang besar, gendut, dan selalu marah-marah pada...

Read more