Cerpen

Sore telah menampakan gelapnya, terangnya matahari berganti menjadi terang bulan.  keempat sahabat yang sedang berkumpul di sebuah acara yang cukup ramai. Angin sore berhembus dengan kencang dan lembut. Mereka suka main ke tempat acara regae, bercanda,riang,gembira dan menari-nari menikmati alunan lagu yang dimainkan ditempat tersebut.Silva adalah sosok perempuan yang gampang sakit hati, suka murung dan melamun sampai-sampai ia dijuluki “BULAO (Budak Galau)” oleh guru b.Inggris nya, dan guru BP di smp nya suka tau kalau silva berpacaran dengan siapa saja,keluarganya gimana karena silva juga suka bercerita kepada guru bp nya, selain itu silva juga suka menjahili temannya mulai dari mengunci temanya di perpustakaan ataupun wc sekolah, silva itu anak yang...

Read more

Disebuah kampung ada seorang kakek dan nenek tinggal disebuah gubuk sederhana, yaitu kakek Rojak dan nenek Biyah. Mereka mempunyai empat orang anak, keempat orang anaknya sudah menikah dan masing-masing dari mereka sudah memiliki rumah. Kehidupan kakek dan nenek itu sangat sederhana. Tapi sayangnya kehidupan kakek dan nenek itu tidak begitu bahagia. Bagaikan langit dan bumi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda. Nenek yang sangat baik hati dan dermawan sedang kakek mempunyai sikap yang serakah dan pemarah.  Setiap hari kakek selalu memarahi nenek Biyah walaupun hanya karena masalah yang sangat kecil. Sungguh kasihan nenek Biyah ini, sepanjang hari ia harus mendengarkan ocehan dari kakek Rojak itu. Setiap hari nenek Biyah harus menyusuri...

Read more

Nela terbaring lemas dipangkuan ibunya, wajah pucat bagaikan bunga yang tak pernah menemukan air, tak ada sedikit pun lengkungan manis diwajahnya. Merenung itulah sahabatnya, sepi itulah kehidupannya, jauh dari bayangan yang selalu ia bayangkan, kehangatan dalam keluarga, canda tawa  seolah tak kunjung datang untuk dirinya.            Sosok yang ia idamkan yang selalu ada disetiap ia butuhkan, sosok yang selalu melindunginya dari apapun itu, sosok yang selalu dibanggakan oleh teman-teman yang lain, sosok yang disebut AYAH, tapi justru tak kunjung datang di dalam hidupnya. “Itu punyaku Dit!” ucap Nela sambil merebut kembali layangan.“Ini punyaku, mana mungkin perempuan bermain layangan.” Timpal Adit“Tapi layangan ini punyaku Dit, cepat kembalikan kalo tidak!” belum selesai Nela berbicara...

Read more

Hari-hari  telah dani jalani, hari-hari dimana dia harus merenungkan hidup, meratapi, memikirkan semua yang akan terjadi di suatu hari dia tidak tau harus sedih atou bahagia.Hari-hari telah dani lalui dengan penuh semangat dani selalu belajar terus menerus tidak ada hentinya dia belajar karena takut nilainnya tidak 90 semua karena kalou tidak danil tidak akan dapatkan tanda tangan dari ayahnya.Ayahnya tidak mau menandatangani rapotnya karena nilainnya hanya 3 yang bukan 90. Dani yang awalnya bahagia dan tidak sabar untuk menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan peringkat 1 di Kelasnnya kepada ayahnya dia berkata “pasti ayah akan senang dan bahagia setelah mendapatkan berita itu”. Dia berjalan dengan penuh rasa bangga dan bahagia sambil lari-lari...

Read more

Pagi yang cerah, udara yang sejuk dan aku kembali kepada aktivitas rutinku, pagi itu aku tiba disekolah. Aku duduk didekat kelasku, aku dan teman-temanku sedang duduk di dekat kelas kami, kami sedang berbicara menceritakan zahra yang ternyata Zahra suka sama Ali laki-laki yang cuek kepada perempuan. Ali adalah laki-laki yang selama ini aku kagumi dan Ali adalah sodara temanku.Teman-temanku berbicara “Ali, kata Zahra li.” Ucap teman-temanku. Ali tidak menjawab, bahkan menoleh ke belakangpun tidak, Ali sangat cuek terhadap perempuan.“aku bisa tidak ya memiliki ali?”tanyaku dalam hati.Aku merasa iri oleh Zahra, karena aku juga sedikit suka sama Ali. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan aku hanya bisa memendam perasaanku sendiri tanpa orang...

Read more